Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mudik ke kampung halamannya di Lebaran tahun ini. Imbauan ini dikeluarkan, agar tidak meluasnya penyebaran virus Covid-19 (Corona)
Imbauan Pemerintah ini, diapresiasi para Putri binaan Yayasan EL JOHN Indonesia, di antaranya Puteri Pariwisata Indonesia 2019 Clarita Mawarni Salem. Wanita cantik asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini, mendukung langkah Pemerintah tersebut.
Menurut Mawar, jika sayang keluarga di kampung halaman, maka yang harus dilakukan adalah patuhi imbauan Pemerintah tersebut.
“Saya sendiri sangat setuju terkait imbauan ini, karena saat ini kita perlu melakukan social distancing dan juga apabila kita mudik dan bertemu keluarga,,kita tidak bisa memastikan apakah kita membawa covid 19 ini ke kampung halaman atau tidak,,mudik berarti kita membahayakan keluarga kita juga,” kaya Mawar saat diwawancarai tim liputan Travel Club.
Mawar pun mengajak masyarakat untuk menunda mudik, agar virus yang mudah menular ini dapat ditekan penyebarannya. Dengan tidak mudik maka, masyarakat telah menjalankan physical distancing yang dianjurkan Pemerintah.
“Bagaimana covid 19 ini berakhir kalau kita semua malah mudik dan bertemu,berkumpul dengan keluarga yang mana kita dtg ke kampung halaman dari berbagai tempat yang berbeda. Dan kita semua berpeluang membawa covid 19 ini. Kita sendiri bahkan tidak tau apakah kita positif corona atau tidak karena ada beberap orang yang memang imun tubuhnya kuat positif corona tetapi tidak menunjukan gejala. Nah orang inilah yang bisa menularkan covid 19 ini kepada orang yang sistem imunnya lebih rendah,” ujar Mawar
Mawar mengaku rindu dengan orang tua di NTT, namun ia demi kesehatan keuarga, Mawar memilih untuk tetap berada di Jakarta. Bahkan ia sempat batalkan perjalanannya ke NTT disaat pendemi ini meluas.
“Tentu saja, saya mengikuti anjuran pemerintah,,saya bahkan sudah membatalkan tiket perjalanan pulang ke kampung saya yang sebelumnya sudah saya pesan. Karna saya peduli dengan keluarga saya
Hal senada juga disampaikan, Miss Earth Indonesia 2019 Cinthia Kusuma Rani. Wanita cantik kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat ini sangat mendukung imbauan Pemerintah itu.
Cinthia yakin jika imbauan itu patuhi masyarakat, maka penyebaran virus Covid-19 dapat dicegah, pasalnya mudik menjadi ruang virus ini dari berpindah dari manusia ke manusia yang lain.

“Pesan saya untuk masyarakat untuk tidak mudik dulu tahun ini ke kampung halaman karena keadannya kita sekarang ini harus menjaga keluarga kita di kampung halaman, karena kita kan tidak pernah tau, misalnya datang dari Jakarta pulang ke kampung halaman, entah kita terinfeksi atau tidak, apalagi di saat perjalanan. Jadi mendingan tahun ini, kita tahan dulu untuk mudiknya. Semoga semuanya segera selesai, sehingga masyarakat bisa kembali ke kampung halaman, saat semuanya sudah reda,” ungkap Cinthia.
Cinthia memberikan tips kepada masyarakat untuk mengobati rasa rindu kepada keluarga di kampung halaman. “Jadi tipsnya sering-sering berkomunikasi aja, kaya video call. Sekarang kan banyak yah aplikasi yang bisa dipakai untuk telpon, lalu ada zoom dan lain-lain yang bisa kita pakai sekeluarga. Dan orangtua ku kan sering makanan dari kampung , sehingga masih bisa makan walaupun tidak pulang,” kata Cinthia.
Cinthia juga memilih untuk tinggal di Jakarta saat Lebaran. Ia akan penuhi imbauan Pemerintah untuk menunda pulang ke kampung halamannya, dengan harapan agar virus tersebut dapat dihentikan penyebarannya. “Menurut saya karena dengan adanya imbauan tidak mudik ini, kan artinya sangat-sangat menekan penyebaran Covid-19 ini.
Tidak hanya Mawar dan Cithia, Purti binaan Yayasan EL JOHN Indonesia yang lain juga mendukung imbauan Pemerintah tersebut, salah satunya dari.Putri Pariwisata Indonesia Persahabatan 2019 Devi Septiyani Robert. Devi mengatakan kesehatan jauh lebih diutamakan, karena itu lebih baik di rumah dan menunda pulang ke kampung halaman. Jika rindu dengan keluarga di kampung halaman, dapat berkomunikasi menggunakan fasilitas video call.
“Menurut saya sejauh ini cukup efektif, namun saya berharap bahwa pemerintah lebih tegas bukan hanya dengan kalimat “imbauan” tetapi “larangan” atau bahkan di tambah dengan hukuman apabila melanggar, sehingga kita semua akan lebih sadar tentang memutuskan rantai penyebaran virus ini,” tutur Devi. “ Harapan saya dengan adanya musibah kesehatan ini adalah dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua agar lebih memerhatikan lagi pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan diri,” tambahnya.(Sigit)