Pesona Merauke Keindahan Kabupaten Paling Timur Indonesia

0
13
Advertisement

Issa Abbari – Tidak akan pernah ada habisnya membicarakan pesona keindahan alam Papua. Hutan yang masih sangat terjaga keasriannya dan keindahan alam yang masih belum terjamah seperti mengundang para petualang makin penasaran untuk menjelajahi tanah Papua. Merauke menjadi salah satu tujuan di Papua yang harus didatangi dan dinikmati keindahan alamnya. Ditemukan pada 12 Februari 1902 oleh seorang warga negara Belanda yang mencoba untuk hidup di antara dua suku asli yaitu Suku Marind Anim dan Suku Sohoers. Kata Merauke berasal dari kesalahpahaman antara pendatang dari Belanda dan penduduk asli Sungai Maro”. Hingga lambat laun seiring berjalannya waktu, daerah tersebut dikenal dengan nama Merauke.

Ada beberapa obyek wisata yang dapat dinikmati selama mengunjungi Merauke. Obyek-obyek wisata ini tentunya jangan sampai ketinggalan ketika berkunjung ke Merauke.

Tugu Sabang-Merauke

Tugu Sabang-Merauke merupakan tugu yang menandakan wilayah ini merupakan wilayah paling Timur Indonesia. Tugu ini memiliki kembaran di Sabang, Provinsi Aceh yang merupakan wilayah paling Barat di Indonesia. Tugu tersebut menjadi salah satu obyek wisata di Merauke. Banyak warga lokal yang turut memenuhi tugu ini di saat liburan.

Tugu Pepera dan LB Moerdani

Salah tugu lain yang terkenal di Merauke adalah Tutu Pepera. Tugu ini dibangun untuk memperingati bersatunya wilayah Irian Barat (Papua) ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, ada pula Tugu L.B Moerdani yang dibangun oleh Pemerintah Daerah Merauke untuk mengenang Mayor L.B Moerdani yang gugur ketika akan merebut Irian Barat dari Pemerintah Hindia Belanda.

Pantai Lampu Satu

Alam Papua tidak hanya dikenali dengan hutannya yang masih perawan. Pantai menjadi pilihan lain ketika travelers ingin menikmati Papua. Merauke juga memiliki pantai yang dikenal indah. Pantai Lampu Satu merupakan pantai yang jaraknya sekira 4 kilometer dari pusat kota Merauke. Kamu bisa menikmati indahnya mercusuar yang tegak berdiri menghadap laut. Pemandangan di mercusuar akan semakin indah ketika suasana menjelang matahari terbenam. Selain itu, adapula Pantai Natsai yang biasa disebut dengan pantai mati. Tidak ada populasi maupun aktivitas di pantai ini. Padahal Pantai Natsai memiliki potensi wisata besar karena dipenuhi dengan keindahan yang luar biasa.

Taman Nasional Wasur

Menikmati Merauke, jangan sampai tidak datang ke Taman Nasional Wasur. Di dalam kawasan ini terdapat berbagai jenis fauna dan flora langka yang hanya terdapat di Papua, seperti burung kasuari, cenderawasih dan kangguru tanah serta buaya air tawar. Sekitar 70 persen dari kawasan Taman Nasional Wasur adalah savanna atau padang rumput, sementara sisanya adalah hutan rawa, hutan musim, hutan pantai, dan hutan rawa sagu yang luas. Jenis tumbuhan yang mendominasi hutan kawasan ini antara lain Api-Api, Tancang, Ketapang dan Kayu Putih.

Danau Rawa Biru

Mengunjungi Taman Nasional Wasur disarankan pada bulan September, karena akan mendapatkan pemandangan menakjubkan, karena peralihan musim kering dan basah. Pada saat ini burung-burung air datang untuk mencari makan. Danau Rawa Biru pun mulai mengeluarkan bunga unik di sekitar wilayahnya. Ketika Oktober-November, rawa akan menjadi lebih kering. Saat itu binatang mulai mencari sumber air dan Danau Rawa Biru menjadi “Tanah Air” karena diramaikan satwa yang haus mencari air. Untuk mencapai Taman Nasional Wasur, dari Jayapura wisatawan bisa menggunakan pesawat yang melayani rute ke Merauke. Penerbangan ini memakan waktu 1,5 jam dan ketika di Merauke, kamu harus melanjutkan perjalanan menggunakan mobil atau motor untuk sampai ke lokasi. Perjalanan darat bisa menggunakan jalur trans –Irian (Jayapura-Merauke) selama 30 hingga 60 menit. Karena tidak ada transportasi umum, kamu dapat menyewa mobil dengan dengan tarif antara Rp60 ribu hingga Rp100 ribu per jam. Sementara untuk memasuki Taman Nasional Wasur, para wisatawan harus melapor ke penjaga dan membayar tiket sekitar Rp2000 per orang.

Masamus

Musamus adalah sarang rayap yang terbuat dari campuran tanah dan semak belukar. Musamus sangat menarik perhatian karena bentuknya yang unik, menyerupai stalagtit yang sering dijumpai di dalam di goa kapur. Sarang ini dibuat oleh koloni rayap untuk dijadikan sebagai tempat tinggal mereka. Sarang ini tumbuh perlahan seiring berjalannya waktu. Sebagai ciri khas Merauke, Musamus juga digunakan sebagai nama universitas negeri di Merauke, yaitu Universitas Musamus. Ukuran musamus sangat beragam, mulai dari ketinggian di bawah satu meter, sampai yang tertinggi mencapai sekitar lima meter. Diameter sarang rayap ini juga cukup besar, antara 50 centimeter sampai dua meter. Sarang rayap ini bisa ditemui di wilayah pedalaman Merauke. Kalau berkunjung ke Merauke, jangan lupa untuk berfoto bareng Musamus ya! Sarang rayap raksasa yang sangat langka ini cuma bisa ditemui di Merauke dan sebagian kecil wilayah Australia bagian utara. Jadi bukti kalau memang pernah berkunjung ke Merauke!

Kuliner Khas Merauke

Seperti halnya makanan di Papua, salah satu makanan khas di Merauke adalah papeda atau bubur sagu. Makanan ini dibuat dari tepung sagu dan biasanya disantap dengan kuah kuning yang terbuat dari ikan tongkol yang dibumbui dengan kunyit dan jeruk nipis. Makanan khas lainnya yang harus kamu cicipi adalah dendeng khas Merauke yang terbuat dari daging rusa yang kemudian diolah lagi dengan bumbu rempah. Para wisatawan juga harus mencicipi ikan bakar colo dabu- dabu khas Merauke.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.